![]() |
sumber gambar : psikologid |
Kita dianugerahi mata, mulut dan telinga yang sama. Sama jumlah, juga sama fungsinya. Yang membuat kita berbeda, untuk apa, kapan dan bagaimana kita menggunakannya?
Cerdas, berpengalaman dan ahli di bidangnya. Tak ada yang
menyangkal jika tiga predikat tersebut dilekatkan padanya. Dia tempat bertanya
ketika yang lain tak bisa menjawabnya. Dia bisa menjelaskan ketika yang lain
kebingungan.
Tapi itu dulu, beberapa tahun yang lalu. Yang terjadi kini
sudah lain cerita. Satu per satu, orang mulai meninggalkannya. Sebagian ragu,
sebagian bahkan tak lagi mempedulikannya. Keberadaannya diabaikan, ketiadaanya
terlupakan.
Andai saja dia mau membuka mata, berlaku adil pada mulut
dan telinganya, mungkin orang akan tetap mempercayai, menghargai, menghormati
sebab kecerdasaan, pengelaman dan keahliannya. Orang tak melulu mau
mendengarkan, sesekali ingin didengarkan.
Posting Komentar