Dapatkkan produk-produk berkualitas dengan harga pantas ini hanya di lapakabi dan dapurumi.
Follow instagram @lapakabi dan @dapurum1 atau hubungi 085319489248 untuk order dan informasi

4 Jul 2014

Terima Kasih Allah, Kau Lahirkan Aku Di Indonesia

Di Asia, Australia, Afrika, Amerika ataupun Eropa, apa bedanya? Di manapun kita dilahirkan, toh sebelumnya kita memang tak bisa memesan. Semua detailnya sudah ditetapkan, bahkan saat usia kita baru menginjak empat bulan dalam kandungan.   Di mana kita dilahirkan, menjalani kehidupan hingga akhirnya kita dikebumikan. Pemikiran seperti inilah yang ada saat usiaku masih belia, di mana mata dan hatiku belum terbuka betapa terlahir dan hidup di Indonesia adalah sebuah anugerah dari Allah SWT yang tiada terkira.

Lalu, seiring bertambahnya usia, muncullah kesadaran bahwa betapa Indonesia, dengan berbagai kelebihan dibandingkan negara-negara lainnya, adalah salah satu anugerah yang terkadang bahkan seringkali terlupakan, terabaikan. Belasan ribu pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke  menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Ratusan juta penduduk menempatkan Indonesia di urutan ke empat negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Tak kurang 80% dari total penduduk Indonesia  beragama Islam menjadikan Indonesia sebgai negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia. Perekonomian yang terus berkembang menjadikan Indonesia masuk ke dalam 20 besar dunia (G20). Ratusan bahkan ribuan sumber daya alam, suku, bahasa, dan juga budaya ada di Indonesia. Ini semua bukan sekedar angka-angka semata, tapi hikmah di dalamnya, dan semuanya adalah anugerah dari Allah SWT, Sang Maha Segalanya. Subhanallah! Nikmat manakah yang pantas kita dustakan?

Memang, kita tak bisa dan tak boleh menutup mata, bahwa selain hal-hal positif yang harus kita syukuri, ada juga hal-hal negatif yang harus segera kita benahi. Salah satunya adalah permasalahan korupsi. Berdasarkan data yang dirilis situs Trasparency Internasional tahun 2013, Indonesia menduduki peringkat ke-114 dari 177 negara terkorup di dunia. Astaghfirulloh! Ini jelas bukan sebuah prestasi, atau sesuatu yang patut dibanggakan, tapi juga bukan sesuatu yang memberi kita alasan untuk tak cinta, lalu ‘berselingkuh’ dari negara yang sudah memberi kita banyak hal, jauh lebih banyak dari yang sudah bisa kita persembahkan. Apapun asalan dan caranya, korupsi tidak ada yang membenarkan, baik hukum agama maupun negara, dan sebagai warga negara kita memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang sama untuk memberantasnya.

Korupsi memang bukan satu-satunya permasalahan serius di Indonesia, itu hanya salah satu, masih ada beberapa yang tak kalah seriusnya, tapi itu semua tak memberi kita alasan untuk merasa pesimis terhadap masa depan negara yang dikenal sebagai zamrud khatulistiwa, Indonesia tercinta. Jangan pernah berputus asa, masih dan selalu ada harapan dan kesempatan untuk Indonesia bangkit, tumbuh dan berkembang sebagai negara yang besar, seperti yang para pejuang dan kita semua cita dan cintakan. Insya Allah.

Sahabat dan kerabat Abi, mari kita sama-sama membuka mata, betapa besar anugerah yang Allah berikan kepada kita. Tanah-tanah yang subur, lautan dengan berbagai jenis ikan dan karang di dalamnya, minyak bumi, gas alam, batu bara, mineral-mineral berharga lainnya, semua Allah anugerahkan di bumi tercinta, Indonesia.  Nikmat Tuhan mana lagi yang pantas kita dustakan?

Sahabat dan kerabat Abi, permasalahan yang ada bukan untuk dihindari, tapi diselesaikan, berhentilah berteori, ambil tindakan, sudahi mencaci bangsa sendiri, lakukan perbaikan. Ambil lilin dan nyalakan, walaupun kecil tapi itu jauh lebih baik daripada terus mengutuk kegelapan.

Indonesia, dengan segala plus minusnya, dengan segenap positif dan negatifnya, apapun keadaannya saat ini, yang pasti aku bersyukur terlahir di sini, di Indonesia tercinta.  Terima kasih ya Allah, telah Engkau lahirkan aku di Indonesia.




19 comments

04 July, 2014

tulisan yang keren!
Aku setuju dan ikut bersyukur juga :)

04 July, 2014

Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Unggulan :Aku Dan Indonesia di BlogCamp
Dicatat sebagai peserta
Salam hangat dari Surabaya

wah abi kembali menulis nih :) semoga beruntung ya

05 July, 2014

Salam kenal

Jangan lupa kunjungan balik



http://www.tian.web.id/2014/07/aku-dan-negri-sepenggal-surga.html

05 July, 2014

Kalau bersyukur itu nikmat kita akan ditambah... tapi kalau mengingkari apa yang kita miliki akan diambil .... :)

05 July, 2014

Terima kasih, Cicha :)

05 July, 2014

Terima kasih, Pakde

05 July, 2014

Iya nih, Mba Lidya. Mudah2an bisa konsisten lagi. Mba Lidya ikutan GA ini juga kan?

05 July, 2014

Salam kenal kembali, Tian.
Terima kasih.

05 July, 2014

Sepakat dan sependapat, Mbak Astri

07 July, 2014

Puji syukur, memang luar biasa negara kita ini, Mas :)

07 July, 2014

Mantab tulisannya Abi

13 July, 2014

Bersama bersyukur untuk Ibu Pertiwi Indonesia melalui karya nyata sekecil apapun.
Selamat terus berkarya Abi Sabila, suka sekali dengan tulisan Kebumen di Buku Blogger Walking.

13 September, 2014

artikel yang menarik,setuju memang sepantasnya kita mensyukri dan bangga bisa menjadi warga negara indonesia :)

17 September, 2014

Alhamdulillaah..., saya juga bersyukur lahir di Indonesia, Mas.

10 October, 2014

Harus semangat jadi orang indonesia, negeri kaya, orangnya jangan lemah :)
di indonesia, paling asik bulannya, apalagi tanggal baru di bulan baru :D

06 July, 2015

walaupun banyak plus minusnya tetap kita bangga yaa :)

18 March, 2016

@Putri Devina betul, Mbak Putri

saya suka Indonesia kok

Post a Comment

 
© Copyright 2035 Bacalah, lalu Tulislah!
Theme by Yusuf Fikri